Kesenian tradisional kita semakin hari semakin sulit ditemukan dalam keseharian (acara hajatan, sunatan, dan pentas perumahan), kita hanya akan menjumpainya pada saat pameran daerah, pesta rakyat atau dalam kemasan-kemasan tertentu.
Seperti jajanan pasar, yang hanya akan ditemukan di pasar-pasar tradisional, kita akan kesulitan menemukan jajan pasar (weci, othe-othe, onde-onde, gedhang goreng dst) di supermarket atau pasar modern, seperti itulah seni budaya tradisi mungkin telah tergerus oleh modernisasi dan terpinggirkan, tapi apa tidak ada bagian tradisi yang bisa diadobsi dan dikontemporerkan ? jelas ada kan.
tinggal sejauh apa keseriusan kita, tentunya. memegang tradisi seperti memelihara amanat pendahulu kita disisi lain kita harus tetap hidup ditengah perkembangan jaman. akan kah kita bertahan jika seni budaya kita tidak marketable?
bersambung…. minggu depan
